Apakah anda ingin memiliki rumah pribadi namun tabungan anda belum cukup? Tidak perlu khawatir, anda bisa coba membeli rumah subsidi.
Rumah bersubsidi ini memang merupakan program dari pemerintah untuk memastikan setiap warga negara Indonesia bisa memiliki hunian yang layak dengan harga yang terjangkau.
Lalu seperti apakah rumah bersubsidi tersebut? Apa bedanya dengan perumahan non subsidi? Dan bagaimana caranya agar anda bisa memilikinya? Untuk anda yang ingin mengetahui jawabannya, anda bisa membaca penjelasan lengkapnya di dalam artikel ini.
Perbedaan Rumah Subsidi dengan Non Subsidi
Jika berbicara soal rumah subsidi, memang sampai saat ini masih banyak yang menganggapnya sama seperti perumahan biasa atau non subsidi. Padahal, keduanya sangat berbeda.
Lalu apa saja perbedaannya? Berikut ini adalah beberapa hal yang sangat membedakan antara perumahan yang bersubsidi dengan non subsidi:
- Harga per unit rumah
Hal pertama yang sangat membedakan antara perumahan yang bersubsidi dengan yang non subsidi ada pada harganya.
Jika anda perhatikan, mayoritas rumah non subsidi tersebut dijual dengan harga yang sangat variatif. Namun demikian, mayoritas dipatok dengan kisaran harga mulai 300 jutaan Rupiah.
Berbeda halnya dengan perumahan bersubsidi, rumah yang bersubsidi biasanya dijual mulai dari harga 100 jutaan Rupiah dan maksimal di harga 200 jutaan Rupiah.
- Ukuran rumah
Selain harga, hal berikutnya yang juga membedakan antara perumahan bersubsidi dan non subsidi adalah pada ukurannya.
Anda bisa menemukan perumahan non subsidi dengan berbagai macam pilihan ukuran. Namun berbeda dengan rumah subsidi, program perumahan bersubsidi dari pemerintah ini hanya memiliki ukuran 36 meter persegi.
- Fitur di dalam rumah
Karena memiliki perbedaan di ukurannya, secara otomatis fitur yang bisa anda dapatkan di perumahan non subsidi dan subsidi juga berbeda.
Jika anda perhatikan, anda hanya akan mendapatkan fitur umum saja di dalam rumah subsidi. Anda hanya akan mendapatkan kamar tidur, kamar mandi, dan juga ruang tamu saja di perumahan subsidi.
Sedangkan di perumahan non subsidi, anda bisa mendapatkan lebih banyak fitur seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang tamu, ruang keluarga, dan bahkan garasi.
Dan bukan hanya itu saja, beberapa fitur lain seperti materialpun jelas akan sangat berbeda antara rumah subsidi dengan yang non subsidi.
- Persyaratan untuk bisa memilikinya
Hal lain yang juga membedakan antara perumahan non subsidi dengan yang bersubsidi ada pada persyaratan untuk memilikinya.
Perlu anda ketahui, tidak semua orang bisa membeli rumah subsidi. Hal tersebut karena memang ada banyak sekali syarat untuk membeli rumah yang bersubsidi dari pemerintah.
Berbeda halnya dengan rumah non subsidi, anda bisa membelinya selama anda mampu membayarnya secara cash ataupun menggunakan KPR.
- Suku bunga KPR
Seperti yang sudah disebutkan di awal, rumah subsidi memang menjadi solusi bagi anda yang selama ini belum bisa mengajukan KPR.
Hal tersebut karena suku bunga KPR untuk rumah bersubsidi dan non subsidi itu berbeda. Suku bunga KPR bersubsidi itu hanya sebesar 5% saja. Selain itu, jenis bunganya juga flat atau tetap.
Beda halnya dengan KPR non subsidi. Untuk KPR non subsidi mulai dari 2,75% hingga 8%. Dan jenis bunga KPR non subsidi mayoritas adalah floating atau bisa berubah setelah beberapa tahun.
Itulah kenapa, anda yang selama ini selalu gagal setiap kali mengajukan KPR bisa mencoba mengambil KPR subsidi.
- Kebebasan untuk melakukan renovasi
Perbedaan berikutnya antara rumah subsidi dengan yang non subsidi adalah pada kebebasan untuk melakukan renovasi.
Ketika anda membeli perumahan non subsidi, anda bisa langsung melakukan renovasi rumah sesuai dengan keinginan anda.
Hal tersebut tidak bisa anda lakukan jika anda membeli rumah yang bersubsidi. Menurut aturannya, pemilik rumah yang bersubsidi baru boleh melakukan renovasi atau perubahan fasad rumah setelah 2 tahun masa kepemilikannya.
Sebenarnya masih ada banyak sekali perbedaan lain antara perumahan bersubsidi dengan yang non subsidi. Namun dari sekian banyak perbedaan, 6 hal inilah yang paling mencolok.
Plus Minus Membeli Rumah Subsidi
Anda sudah mengetahui apa saja yang membedakan antara rumah subsidi dengan non subsidi, kemungkinan banyak dari anda yang merasa bahwa membeli rumah bersubsidi tampak tidak begitu menguntungkan.
Memang benar, jika anda perhatikan, ada beberapa hal negatif yang harus siap anda tanggung ketika memutuskan untuk memiliki rumah bersubsidi dari pemerintah.
Namun meskipun ada beberapa hal negatif, memilih untuk membeli rumah bersubsidi juga masih bisa memberikan banyak keuntungan bagi anda.
Berikut ini adalah beberapa kerugian atau minus yang harus siap anda terima ketika memilih untuk mengajukan KPR subsidi:
- Lokasinya tidak strategis
Hal negatif yang pertama dari memilih KPR subsidi adalah lokasi rumahnya tidak strategis. Pada umumnya, lokasi rumah subsidi dari pemerintah itu jauh dari pusat kota.
Ini semua dilakukan untuk menekan biaya. Karena harga tanah di pinggiran masih jauh lebih murah dari harga tanah yang cukup dekat dengan pusat kota.
Namun meskipun lokasi perumahaan saat ini tidak strategis, beberapa tahun kemudian ada kemungkinan lokasi tersebut berubah menjadi lokasi yang cukup strategis karena pertumbuhan penduduknya.
- Perluasan bangunan cukup terbatas
Setelah membahas soal lokasinya yang tidak strategis, hal negatif yang kedua dari rumah subsidi adalah perluasan bangunannya cukup terbatas.
Hal ini karena luas tanah perumahan bersubsidi memang tidak terlalu besar. Oleh sebab itu, anda kemungkinan besar tidak akan bisa menambahkan terlalu banyak ruangan di rumah tersebut.
Oleh sebab itu, banyak orang beranggapan bahwa rumah subsidi adalah jenis rumah yang hanya cocok untuk pasangan suami istri baru.
Seperti yang sudah disebutkan, meskipun mengambil KPR subsidi itu ada beberapa kekurangannya, namun hal tersebut juga memiliki beberapa kelebihan.
Berikut ini adalah beberapa hal positif yang bisa anda dapatkan jika memilih untuk mengambil KPR yang bersubsidi:
- Nominal cicilan sama sampai lunas
Hal positif pertama yang bisa anda dapatkan dengan memilih rumah subsidi adalah nominal cicilannya sama sampai lunas.
Itu semua karena perumahan subsidi menggunakan aturan bunga flat atau tetap. Hal ini sangat menguntungkan karena nilai cicilan anda akan terasa semakin kecil seiring berjalannya waktu.
Berbeda halnya ketika anda memilih mengambil KPR non subsidi, nominal cicilannya biasanya bisa berubah setelah beberapa tahun mengikuti peningkatan suku bunga.
- Bisa mengajukan KPR bahkan tanpa DP
Bukan hanya bunga flat saja, anda yang memilih untuk mengajukan KPR subsidi juga bisa menikmati DP 0%.
Dengan begitu, maka anda benar-benar bisa memiliki rumah tanpa harus menabung untuk membayar DP terlebih dahulu.
- KPR subsidi terbatas
Ya, setiap orang yang memenuhi syarat memang bisa mengajukan KPR bersubsidi. Namun demikian, KPR subsidi ini juga terbatas.
Apa maksudnya KPR subsidi ini terbatas? Maksudnya adalah mereka yang sudah mengambil KPR subsidi tidak bisa mengambil KPR subsidi di tempat lain.
Dengan adanya aturan ini, maka perumahan subsidi ini akan sangat sulit untuk dipermainkan harganya oleh pemodal besar.
Jadi itulah beberapa plus minus dari memilih KPR bersubsidi jika anda bandingkan dengan KPR non subsidi.
Cara Memiliki Rumah Subsidi
Lalu bagaimana caranya memiliki rumah yang bersubsidi dari pemerintah tersebut? Jika anda memang tertarik untuk memiliki 1 unit rumah subsidi dari pemerintah, maka anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini:
- Pertama-tama, cari terlebih dahulu lokasi perumahan bersubsidi di kota yang anda inginkan. Biasanya di setiap kota terdapat beberapa lokasi yang digunakan untuk rumah bersubsidi.
- Jika sudah menemukan lokasinya, pastikan anda sudah memiliki NPWP, SPT tahunan, dan juga PPh. Bila belum memiliki hal-hal tersebut, anda bisa mengurusnya terlebih dahulu.
- Untuk anda yang sudah memiliki NPWP, SPT tahunan, dan PPh, anda bisa langsung dating ke kantor pemasaran dari perumahan subsidi yang ingin anda miliki.
- Nantinya, petugas akan membantu proses pengajuan KPR subsidi menggunakan data-data kependudukan yang anda miliki.
Catatan:
1 KTP hanya bisa anda gunakan untuk mengajukan 1 KPR subsidi saja. Jika anda sudah memiliki rumah subsidi, maka anda sudah tidak bisa mengajukan KPR subsidi lagi.
Berapa lama proses pengajuan KPR subsidi tersebut? Proses pengajuan KPR subsidi ini biasanya cukup cepat. Anda biasanya sudah bisa mendapatkan keputusannya dalam waktu 2 minggu hingga 1 bulan paling lama.
Jadi bagaimana? Setelah membaca penjelasan di dalam artikel ini, kalau anda sendiri lebih memilih rumah subsidi atau yang non subsidi?






